Selasa, 29 Januari 2019

Iman Kepada Nabi Dan Rasul

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

A. Pengertian Nabi dan Rasul
Nabi dalam bahasa arab berasal dari kata naba.Dinamakan Nabi karena mereka adalah orang yang menceritakan suatu berita lewat wahyu. Sedangkan Rasul secara bahasa berasal dari kata irsal yang bermakna membimbing atau memberi arahan. Definisi secara syar’i  yang masyhur, Nabi adalah orang yang mendapatkan wahyu namun tidak diperintahkan untuk menyampaikan sedangkan Rasul adalah orang yang mendapatkan wahyu dalam syariat dan diperintahkan untuk menyampaikannya.
Jadi perbedaan antara Nabi dan Rasul :
·         Nabi adalah Orang yang dipilih oleh Allah SWT untuk menerima wahyu, tetapi tidak wajib mengerjakan dan menyampaikan kepada umatnya.
·         Rasul adalah Orang yang menyampaikan terpilih dan diangkat oleh Allah SWT untuk menerima wahyu dan berkewajiban dan mengajarkan kepada umatnya. Dan khusus Rasul Muhammad SAW diwajibkan menyampaikan kepada seluruh umat manusia dan syari’atnya berlaku sepanjang masa sampai hari kiamat.
Dengan demikian iman kepada Rasul berarti menyakini bahwa Allah telah  memilih orang-orang terbaik-Nya untuk menjadi Nabi atau Rasul. Termasuk didalamnya keyakinan bahwa para Nabi dan Rasul itu menyampaikan petunjuk, perintah, larangan dan peringatan- peringatan Allah kepada umat manusia, serta memberikan contoh perilaku terpuji seperti yang telah mereka amalkan.
Oleh sebab itu kita sebagai umat muslim kita harus beriman kepada Rasul karena Rasul itu adalah utusan Allah SWT. Sebagaimana kewajiban seorang mukmin kepada Rasulullah SAW yaitu :
  1. Mengimaninya
    Banyak ayat yang menyebutkan iman kepada Allahdan Rasulnya, secara bersamaan. Ini artinya bahwa iman Kepada Rasul tidak bisa dipisahkan dengan iman kepada Allah. Keislaman seseorang dianggap batal bila hanya iman kepada Allah tapi tidak iman kepada Rasul, disebut inkaru sunnah.
  2. Mencintainya
    Iman seseorang dinggap sempurna bila ia telah mencintai Allah dan Rasul-Nya lebih besar cintanya kepada yang lain bahkan kepada dirinya sendiri.
  3. Mengagungkanya
    Jasa dan pengorbanannya untuk umant ini berikut sifat-sifat kesempurnaan yang Allah berikan kepadanya membuatnya layak untuk diagungkan. Namun pengagungan ini tidak boleh melampaui batas karena Islam melarang kultus.
  4. Membelanya
    Membelanya adalah kewajiban mukmin. Caranya, dengan ittiba’ kehidupannya, maka Allah pasti akan memberi pengahargaan atasnya.
  5. Mencintai mereka yang mencintainya. Mereka cinta Allah dan Rasul-Nya, mereka bertemu dan berpisah karena dorongan cinta tersebut. Mereka bagian tubuh yang satu, bila ada yang sakit, semua merasakan demam dan tidak bisa tidur.
  1. Menghidupkan sunnahnyabukan sunnah dalam ibadah khusus, bahkan termasuk aktivitas sehari-hari yang kecil dan sederhana. Bila aktivitas tersebut dimaksudkan untuk ittiba’ rasul, maka pasti bernilai ibadah.
  2. Memperbanyak shalawat kepadanya. Satu shalawat nabi diucapkan seorang muslim akan dibalas dengan sepuluh kali doa Rasul untuknya.
  3. Mengikuti manhajnya.Manhaj yang dimaksud tidak lain adalah sistem Islam yang mengatur segala aspek kehidupan manusia. Mewarisi risalahnya Dengan menjaga, membela, dan memperjuangkan dalam gerak bawah dan jihad.
Adapun inti dari keimanan terhadap Rasul, bagi orang islam yaitu, menyakini bahwa Muhammad SAW adalah Nabi terakhir yang di utus Allah untuk memperbaiki akhlak manusia dengan ajaran  Al-qur’an. Kemudian keimanan atas kerasulan Muhammad SAW adalah keyakinan bahwa beliau adalah Rasul terakhir dan Al-qur’an yang beliau bawakan adalah firman Allah.
Oleh sebab itu, seorang muslim wajib menjadikan Rasulullah SAW sebagai uswatun hasanah dalam seluruh aspek kehidupan. Beriman kepada Rasul menurut Ibn Saleh al-Utsimin mengandung empat unsur yaitu :
1.      Meyakini sepenuh hati bahwa risalah yang dibawa Nabi adalah bersumber dari Allah SWT.
2.      Meyakini bahwa beberapa Nabi seperti Nabi Muhammad, Nabi Ibrahim,Nabi Musa,  Nabi Isa, Nabi Nuh merupakan “ Rasul ulul azmi “.
3.      Membenarkan semua yang diajarkan Nabi kepada kita.
4.      Mengamalkan syari’at yang dibawa Nabi.
B. Nama-nama Rasul yang harus diketahui.
Para Nabi dan Rasul itu sangat banyak jumlahnya, tidak ada seseorangpun yang mengetahui jumlahnya melainkan Allah SWT. Sebagian nama dan kisah mereka di cantumkan di dalam Al-Qur’an tetapi sebagian yang lain tidak terterah didalamnya. Allah SWT berfirman :

Artinya :  Dan Sesungguhnya Telah kami utus beberapa orang Rasul sebelum kamu, di antara mereka ada yang kami ceritakan kepadamu dan di antara mereka ada (pula) yang tidak kami ceritakan kepadamu. tidak dapat bagi seorang Rasul membawa suatu mukjizat, melainkan dengan seizin Allah; Maka apabila Telah datang perintah Allah, diputuskan (semua perkara) dengan adil. dan ketika itu Rugilah orang-orang yang berpegang kepada yang batil. ( Q.S Al-Mu’min : 78 ).
Dalam sebuah hadits yang di ceritakan, ketika sahabat Abu Dzar Al-Ghiffari bertanya kepada Rasulullah SAW tentang jumlah para Nabi dan Rasul, maka Rasulullah SAW menjawab :
Artinya : “ ( Jumlah Nabi dan Rasul ) adalah 124.000 orang dan para Rasul sebagian dari mereka berjumlah 313 orang”.( H.R. Al-Bukhari dan Muslim ).
Dari jumlah Nabi dan Rasul itu, di dalam Al-Qur’an diterangkan nama-nama mereka sebanyak 25 orang Rasul yang di ketahui oleh kaum muslimin, yaitu :
1.Adam AS                  11.  Yusuf AS                      21.  Yunus AS
2.Idris AS                     12.  Ayyub AS                     22.  Zakaria AS
3.Nuh AS                     13.  Syu’aib AS                    23.  Yahya AS
4.Hud AS                     14.  Zulkifli AS                     24.  Isa AS
5.Saleh AS                   15.  Musa AS                       25.  Muhammad SAW
6.Ibrahim AS               16.  Harun AS
7.Luth AS                     17.  Daud AS
8.Ismail AS                   18.  Sulaiman AS
9.Ishaq AS                    19.  Ilyas AS
10.Yakub AS                20.  Ilyasa AS
  1. Dalil Tentang Beriman Kepada Rasul
Banyak sekali dalil-dalil yang berkenaan dengan iman kepada Rasul, namun diantaranya yaitu :Dalam surah Al-Ahzab : 45

Artinya: “ Wahai Nabi! Sesungguhnya kami mengutusmu untuk menjadi saksi, pembawa kabar gembira, dan pemberi pringatan.” ( QS. Al-Ahzab : 45
Dalam surah Al-Ahzab : 21

Artinya :  Sesungguhnya Telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah. ( QS. Al-Ahzab : 21
2.      Rasul Ulul Azmi beserta Mu’jizat-mu’jizatnya
Ulul azmi artinya orang yang memiliki keteguhan hati, tidak pernah berputus asa dalam mencapai segala yang di cita-citakan, ia memiliki kesungguhan dan keuletan dalam berusaha sehingga apa yang di cita-citakannya dapat tercapai. Dalam  Firman Allah :

Artinya :  Maka Bersabarlah kamu seperti orang-orang yang mempunyai keteguhan hati dari rasul-rasul Telah bersabar dan janganlah kamu meminta disegerakan (azab) bagi mereka. pada hari mereka melihat azab yang diancamkan kepada mereka (merasa) seolah-olah tidak tinggal (di dunia) melainkan sesaat pada siang hari. (Inilah) suatu pelajaran yang cukup, Maka tidak dibinasakan melainkan kaum yang fasik. “ ( Q.S Al- Ahqaf, 46 : 35 )
Adapun Rasul ulul azmi ada lima yaitu : Nabi Musa,  Nabi Nuh, Nabi Ibrahim, Nabi Isa, Nabi Muhammad SAW. Para Rasul ulul azmi ini di bekali Allah dengan mu’jizat yaitu :
  • Mu’jizat Nabi Musa AS antara lain membelah lautan dengan tongkat, lalu terbentanglah jalan raya di tengahnya, kejadian sebelumnya tongkat berubah menjadi ular besar yang melahap ular-ular kecil milik tukang sihir suruhan fir’aun.
  • Mu’jizat Nabi Nuh AS yaitu memancarnya air yang begitu deras dan dahsyat, sehingga menyebabkan banjir besar yang merendam seluruh negeri serta merupakan banjir terbesar di dunia.
  • Mu’jizat Nabi Ibrahim AS yaitu tidak hangus terbakar dalam api yang besar.
  • Mu’jizat Nabi Isa AS yaitu dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit berat yang tidak mampu disembuhkan oleh para dokter ahli saat itu sesuai dengan kecendrungan pengobatan masa itu.
  • Mu’jizat Nabi Muhammad SAW yaitu disamping mu’jizat yang hissiyyah ( indrawi ) seperti keluar air dari sela-sela jarinya guna keperluan para sahabat untuk berwudhu, Beliau juga dilengkapi mu’jizat yang abadi sepanjang zaman yaitu kitab suci Al-Qur’an.
E. Tugas-tugas Rasul Allah SWT
Allah mengutus pada setiap umat seorang Rasul. Walaupun penerapan syariat dari setiap Rasul berbeda-beda, namun Allah mengutus para Rasul dengan tugas yang sama. Beberapa diantara tugas tersebut yaitu :
  1. Menyampaikan risalah Allah Ta’ala dan wahyu-Nya.
  2. Dakwah kepada Allah SWT.
  3. Memberikan kabar gembira dan mempringatkan manusia dari segala kejelekan.
  4. Memperbaiki jiwa dan mensucikannya.
  5. Meluruskan pemikiran dan aqidah yang menyimpang.
  6. Menegakkan hujjah atas manusia.
  7. Mengatur umat manusia untuk berkumpul dalam satu aqidah.
F. Sifat-sifat Rasul Allah SWT
Para Rasul memiliki beberapa sifat utama melebihi manusia umumnya yaitu :
  1. Benar ( shiddiq ) yaitu para Rasul selalu benar dalam perkataan dan perbuatan.
  2. Terpercaya ( amanah ) yaitu Rasul tidak pernah menghianati amanah Tuhan yang dipikulnya.
  3. Menyampaikan ( tabliqh ) yaitu Rasul selalu menyampaikan segala pengajaran Allah kepada umatnya.
  4. Cerdik ( fathanah ) yaitu para Rasul memiliki kemampuan berfikir yang tinggi.
Selain itu ada juga sifat-sifat Rasul seperti :
  1. Basyariyyaturrasul yaitu para Nabi juga membutuhkan hal-hal yang bersifat umum seperti manusia biasa yaitu makan, minum, menikah, berketurunan.
  2. Ishmaturrasul adalah orang yang ma’shum, terlindung dari dosa dan salah dalam kemampuan pemahaman agama, ketaatan, dan menyampaikan wahyu Allah, sehingga selalu siaga dalam menghadapi tantangan dan tugas apapun.
  3. Iltizamurrasul adalah orang-orang yang selalu komitmen dengan apapun yang mereka ajarkan. Mereka bekerja dan berdakwah sesuai dengan arahan dan perintah Allah, meskipun untuk menjalankan perintah Allah itu harus berhadapan dengan tantangan-tantangan yang berat baik dalam diri pribadinya maupun dari para musuhnya. Dalam hal ini para Rasul tidak pernah sejengkalpun menghindar atau mundur dari perintah Allah.
G. Cara Menumbuhkan Iman Kepada Rasul
·         Mengenali sikap dan keteladanan serta kepribadian Rasul SAW yang mulia
·         Membaca dan menghayati kisah-kisah para Rasul SAW
·         Kehalusan tutur kata Rasul, bagusnya sikap dan tingkah laku Rasul dapat dijadikan teladan dalam kehidupan
·         Menerapkan sunah-sunah Rasul dalam kehidupan sehari-hari
·         Tidak berputus asa dalam menjalankan apa yang telah di contohkan oleh Rasul
H. Hikmah Beriman Kepada Rasul-rasul Allah SWT
Beriman kepada Rasul-rasul Allah akan memberikan hikmah yang besar bagi kita antara lain :
  1. Mengetahui betapa besarnya kasih sayang Allah kepada hambanya sehingga diutus beberapa Nabi untuk membimbing dan memberi petunjuk untuk kebahagian manusia baik didunia maupun diakhirat.
  2. Kita selalu bersyukur kepada Allah SWT, karena mengutus Nabi sebagai pembimbing keselamatan kita, itu adalah merupakan nikmat yang amat besar.
3.      Melahirkan rasa cinta dan ta’zhim kepada Rasul, karena mereka berhasil mengemban amanah dari Allah SWT, walaupun dihalau oleh beberapa tantangan dan rintangan, namun risalah tersebut tetap tersebar sampai saat ini.
Selain itu hikmah beriman kepada Rasul juga dapat mengetahui jejak Rasul-rasul Allah, sehingga makin mantaplah keyakinan akan kesempurnaan islam yang dibawa Nabi Muhammad SAW dan makin teguh berpegang pada ajaran Tuhan yang maha sempurna.
ANALISIS
Dari penjelasan materi di atas mengenai iman kepada Rasul-rasul Alllah SWT ini ada beberapa yang terkait dalam unsir-unsur materi PAI seperti pengertian Nabi dan Rasul ini terdapat dalam unsur konsep karena dalam pembahasan ini berdasarkan ide atau gagasan, adapun Rasul ulul azmi beserta mu’jizat-mu’jizatnya dapat masukan dalam unsur fakta karena mu’jizat- mu’jizat yang dimiliki Rasul ulul azmi ini memang sesuatu yang telah terjadi atau telah dialaminya,sedangkan dalil yang terdapat dalam materi ini yaitu prinsip karena dapat dijadikan dasar dalam bertindak serta hikmah iman kepada Rasul-rasul Allah dapat dijadikan pedoman dalam berbuat dan dapat mencontoi keteladanan Rasulullah hal ini dapat di katagorikan dalam unsur nilai.

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh



Menghindari Miras,Judi,dan Pertengkaran

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh



A.  Q.S. AL-MAIDAH [5] AYAT 90-91 DAN AYAT 32

1. Bacaan QS Al-Maidah [5] ayat 90-91 dan ayat 32

a. QS Al-Maidah [5] : 90-91

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ إِنَّمَا ٱلۡخَمۡرُ وَٱلۡمَيۡسِرُ وَٱلۡأَنصَابُ وَٱلۡأَزۡلَٰمُ رِجۡس مِّنۡ عَمَلِ ٱلشَّيۡطَٰنِ فَٱجۡتَنِبُوهُ لَعَلَّكُمۡ تُفۡلِحُونَ .  إِنَّمَا يُرِيدُ ٱلشَّيۡطَٰنُ أَن يُوقِعَ بَيۡنَكُمُ ٱلۡعَدَٰوَةَ وَٱلۡبَغۡضَآءَ فِي ٱلۡخَمۡرِ وَٱلۡمَيۡسِرِ وَيَصُدَّكُمۡ عَن ذِكۡرِ ٱللَّهِ وَعَنِ ٱلصَّلَوٰةِۖ فَهَلۡ أَنتُم مُّنتَهُونَ

b. QS Al-Maidah [5] : 32

مِنۡ أَجۡلِ ذَٰلِكَ كَتَبۡنَا عَلَىٰ بَنِيٓ إِسۡرَٰٓءِيلَ أَنَّهُۥ مَن قَتَلَ نَفۡسَۢا بِغَيۡرِ نَفۡسٍ أَوۡ فَسَادٖ فِي ٱلۡأَرۡضِ فَكَأَنَّمَا قَتَلَ ٱلنَّاسَ جَمِيعٗا وَمَنۡ أَحۡيَاهَا فَكَأَنَّمَآ أَحۡيَا ٱلنَّاسَ جَمِيعٗاۚ وَلَقَدۡ جَآءَتۡهُمۡ رُسُلُنَا بِٱلۡبَيِّنَٰتِ ثُمَّ إِنَّ كَثِيرٗا مِّنۡهُم بَعۡدَ ذَٰلِكَ فِي ٱلۡأَرۡضِ لَمُسۡرِفُونَ


2. Arti Mufrodat (Perkata) QS Al-Maidah, 5 ayat 90-91 dan ayat 32

a. QS Al-Maidah [5]  : 90-91

يَٰٓأَيُّهَا
Wahai

ٱلشَّيۡطَٰنِ
Setan
ٱلَّذِينَ
Orang-orang yang
أَن
untuk
ءَامَنُوٓاْ
Mereka beriman
يُوقِعَ
Menimbulkan

إِنَّمَا
Sungguh
ٱلۡعَدَٰوَةَ
permusuhan
ٱلۡخَمۡرُ
Minuman keras (Khomr)
وَٱلۡبَغۡضَآءَ
Dan kebencian
وَٱلۡمَيۡسِرُ
Dan perjudian
فِي
dalam
وَٱلۡأَنصَابُ
Dan berhala-berhala
ٱلۡخَمۡرِ
Minuman keras (khomr)
وَٱلۡأَزۡلَٰمُ
Dan mengundi nasib
وَٱلۡمَيۡسِرِ
Dan perjudian
رِجۡس
Adalah keji
وَيَصُدَّكُمۡ
Dan menghalangi kamu
مِّنۡ
Dari
عَن
dari
عَمَلِ
perbuatan
ذِكۡرِ ٱللَّهِ
Mengingat Alloh
`»sÜø¤±9$#
Setan
وَعَنِ
Dan dari
nqç7Ï^tGô_$$sù
Maka jauhilah ia
ٱلصَّلَوٰةِۖ
shalat
Nä3ª=yès9
Supaya kalian
فَهَلۡ
Maka apakah
bqßsÎ=øÿè?
Kalian beruntung
أَنتُم
Maka apakah
$yJ¯RÎ)
Sungguh
مُّنتَهُونَ
Orang-2 yang berhenti
ƒÌãƒ
Ingin



b. QS Al-Maidah [5]  : 32

مِنۡ أَجۡلِ
Wahai

أَحۡيَاهَا
Membiarkannya hidup
ذَٰلِكَ
itu
فَكَأَنَّمَآ
Maka seakan-akan
كَتَبۡنَا
Kami tetapkan
أَحۡيَا
Dia membiarkan hidup
عَلَىٰ
atas
ٱلنَّاسَ
Manusia
بَنِيٓ إِسۡرَٰٓءِيلَ
Bani Israil
جَمِيعٗاۚ
Keseluruhan
أَنَّهُۥ
bahwa
وَلَقَدۡ
Dan sungguh
مَن
Siapa saja yang

جَآءَتۡهُمۡ
Telah datang kepada mereka
قَتَلَ
membunuh
رُسُلُنَا
Rasul-rasul kami
نَفۡسَۢا
Jiwa seseorang
بِٱلۡبَيِّنَٰتِ
Dengan bukti-bukti nyata
بِغَيۡرِ نَفۡسٍ
Bukan karena seseorang
ثُمَّ
Kemudian
أَوۡ
Atau
إِنَّ  
Sesungguhnya
فَسَادٖ
Membuat kerusakan
كَثِيرٗا
Banyak
 فِي
Di muka
مِّنۡهُم
Di antara mereka
ٱلۡأَرۡضِ
Bumi
بَعۡدَ
Setelah
فَكَأَنَّمَا
Maka seakan-akan
ذَٰلِكَ
Itu
قَتَلَ
Dia membunuh
 فِي
Di muka
ٱلنَّاسَ
manusia
ٱلۡأَرۡضِ
Bumi
جَمِيعٗا
keseluruhan
لَمُسۡرِفُونَ
Sungguh melampaui batas
وَمَنۡ
Dan siapa yang



3. Terjemah QS Al-Maidah [5] : 90-91 dan Ayat 32

a. QS Al-Maidah [5] : 90-91

ارتيپا : "واهاي اوراڠ-٢ ياڠ بّريمان, سّسوڠݤوهپا (مّمينوم) خَمّر, بّرجودي, (بّركوربان اونتوء) بّرهالا, مّڠوندي ناسيب دّڠان ڤاناه ادالاه تّرماسوء ڤّربواتان شيطان, ماكا جاوهيلا ڤّربواتان-٢ ايتو اݤار كامو مّنداڤات كّبّرونتوڠان. سّسوڠݤوهپا شيطان ايتو بّرماكسود هّنداء مّنيمبولكان ڤّرموسوهان دان كّبّنڇيان ديأنتارا كامو لانتاران (مّمينوم) خَمّر دان بّرجودي ايتو, دان مّڠهالاڠي كامو داري مّڠيڠات الله دان صَلاة, ماكا بّرهّنتيلاه كامو (داري مّڠّرجاكان ڤّكّرجاأن ايتو)"


b. QS Al-Maidah [5] : 32

ارتيپا : "اوليه كارّنا ايتو كامي تّتاڤكان (حوكوم), باكي بَني إسرائيل باهوا باراڠ سياڤا ياڠ مّمبونوه سّسّئوراڠ, بوكان كارّنا اوراڠ ايتو  مّمبونوه اوراڠ لاين, اتاو  بوكان بّربوات كّروساكان دي بومي ماكا سّأكان-٢ ديا تّلاه مّمبونوه سّموا مانوسيا. باراڠ سياڤا ياڠ مّمّليهارا كّهيدوڤان سّسّئوراڠ, ماكا سّأكان-٢ ديا تّلاه مّمّليهارا كّهيدوڤان سّموا مانوسياز  سّسوڠݤوهپا ؤَسول كامي تّلاه داتاڠ كّڤادا مّرّكا دّڠان (مّمبازا) كّتّراڠان-٢  ياڠ جّلاس, تّتاڤي كّموديان باپاء ديأنتارا مّرّكا سّتّلاه ايتو مّلامڤاوي باتاس دي بومي".



4. Pesan Kandungan QS Al-Maidah [5] : 90-91 dan Ayat 32

a. Pesan Kandungan QS Al-Maidah [5] : 90-91
.
Pada kedua ayat (QS Al-Maidah : 90-91) ini Allah menegaskan larangan-Nya terhadap 4 hal, yaitu :
1)   minuman keras & memabukkan (الخمر);
2)   berjudi (الميسر);
3) mempersembahkan kurban untuk patung atau segala sesuatu yang dipertuhankan (الأنصاب);
4)   mengundi nasib (الأزلام), dan berbagai bentuk ramalan nasib


Apa itu Khamr ?
Menurut bahasa, ”الخَمْرُ” (Khamr) dari kata “خَمَرَ” (Khamara) yang  artinya penutup”. Jadi Khamr adalah hal-hal yang bisa menutupi akal fikiran.
Apa saja yang bisa menutup, merusak & menghilangkan akal dapat dikategorikan sebagai khomr, baik berasal dari benda cair seperti tuwak, bir, wiski, dan berbagai minuman lain yang beralkohol, dll, maupun benda padat, seperti ganja, morfin, opium, marijuana, sabu-sabu, extacy, serta beraneka jenis obat yang tergolong psikotropika& narkotika. dll.
Khomr hukumnya haram, sebagaimana hadis Nabi SAW : 
كُلُّ مُسْكِرٍ خَمْرٌ وَ كُلُّ مُسْكِرٍ حَرَامٌ.  وَمَنْ شَرِبَ الْخَمْرَ فِى الدُّنْيَا فَمَاتَ وَهُوَ يُدْمِنُهَا لَمْ يَتُبْ لَمْ يَشْرَبْهَا فِى الْآخِرَةِ  . ( رواه مسلم)  

Artinya : ”Setiap yang memabukkan adalah khomer (minuman keras), dan setiap yang memabukkan adalah haram. Barangsiapa yang meminum khomer di dunia, la dia mati dalam keadaan terbiasa meminumnya (tidak bertaubat), maka dia tidak akan meminum khomer besok di akhirat”. (H.R. Muslim, dari Abnu Umar r.a.)

Meminum Khomr, meskipun sedikit & tidak menyebabkan mabuk, hukumnya tetap  haram, sebagaimana hadis Nabi SAW : 
عَنِ ابْنِ عُمَرَ رض عَنِ النَّبِيِّ ص قَالَ: مَا اَسْكَرَ كَثِيْرُهُ فَقَلِيْلُهُ حَرَامٌ.   (احمد و ابن ماجه و الدارقطنى)

Artinya : Dari Ibnu Umar, dari Nabi SAW, beliau bersabda, “Minuman yang dalam jumlah banyak memabukkan, maka sedikitpun juga haram”. [HR. Ahmad, Ibnu Majah dan Daruquthni, dan dia menshahihkannya]

Rosululloh melaknat 10 orang yang berkaitan dengan Khomr, sebagaimana dalam hadis Nabi SAW:

عَنْ اَنَسٍ قَالَ: لَعَنَ رَسُوْلُ اللهِ فِى اْلخَمْرِ عَشْرَةً: عَاصِرَهَا وَ مُعْتَصِرَهَا وَ شَارِبَهَا وَ حَامِلَهَا وَ اْلمَحْمُوْلَةَ اِلَيْهِ وَ سَاقِيَهَا وَ بَائِعَهَا وَ آكِلَ ثَمَنِهَا وَ اْلمُشْتَرِيَ لَهَا وَ اْلمُشْتَرَاةَ لَهُ.   (رواه الترمذى و ابن ماجه)

Artinya :  Dari Anas ia berkata, “Rasulullah SAW melaknat sepuluh orang yang berkaitan dengan khomer : 1). Orang yang memerasnya (produsen), 2). Pengepul (distributor), 3). peminumnya, 4). Orang yang membawanya (pengedar), 5). Pengirimnya (kurir), 6). pelayan, penuang mkinuman, 7. Penjualnya, 8). Orang yang memetik dari hasil penjualan, 9). Pembeli / pembayar, 10. Orang yang minta dibelikannya (pemesan)”. [HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah)

Berjudi ?
Berjudi amat besar bahayanya bagi perorangan dan masyarakat. Judi dapat merusak pribadi dan moral seseorang, karena seorang penjudi selalu berangan-angan akan mendapat keuntungan besar tanpa bekerja dan berusaha, dan menghabiskan umurnya di meja judi tanpa menghiraukan kesehatannya, keperluan hidupnya dan hidup keluarganya yang menyebabkan runtuhnya sendi-sendi rumah tangga.
Judi akan menimbulkan permusuhan antara sesama penjudi dan mungkin pula permusuhan ini dilanjutkan dalam pergaulan sehingga merusak masyarakat. Berapa banyak rumah tangga yang berantakan, harta yang musnah karena judi. Tidak ada seorang yang kaya semata-mata karena berjudi.
Rasulullah SAW menjelaskan dalam hadisnya:
عَنْ سُلَيْمَانَ بْنِ بُرَيْدَةَ ,  عَنْ أَبِيْهِ . أَنَّ  رَسُوْلَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ  قَالَ: مَنْ لَعِبَ بِالنَّرْدِشِيْرٍ فَكَأَنَّمَا صَنَعَ يَدَهُ   فِيْ لَحْمِ حِنْزِيْرٍ. ( رواه مسلم)   

Artinya :  Dari Sulaiman bin Buraidah, dari bapaknya. Bahwa Rasululloh saw bersabda : ”Barangsiapa yang bermain dadu (judi), maka seakan-akan dia telah membenamkan tangannya kedalam daging babi”. (H.R. Muslim)

Dampak negatif meminum khomer dan berjudi, diantaranya bisa menimbulkan
1)   terjadinya permusuhan (العَدَاوَة);   
2)   terjadinya kebencian satu sama lain (البَغْضَاء); 
3)   menghalangi ingat kepada Allah (يَصُدَّ عَنْ ذِكْرِ اللَّه);
4)   mengganggu / membuat kacau ketika shalat (يَصُدَّ عَنْ الصَّلاَة)

Rasululloh juga menjelaskan akibat buruk lainnya bagi peminum khomer, jika dia tidak segera bertaubat, sebagaimana Hadis Nabi :

مَنْ شَرِبَ الْخَمْرَ لَمْ يَرْضَ اللهُ عَنْهُ أَرْبَعِيْنَ لَيْلَةً، فَإِنْ مَاتَ مَاتَ كَافِرًا  وَإِنْ  تَابَ تَابَ اللهُ عَلَيْهِ، وَإِنْ عَادَ كَانَ حَقّـَا عَلَى اللهِ أَنْ يَّسْقِيـَهُ مِنْ طِيْنَةِ  الْخَبَالِ  قَلَتْ : يَا رَسُوْلَ اللهِ وَمَا طِيْنَةُ الْخَبَالِ؟ قَالَ : صَدِيْدُ أَهْلِ النَّارِ (رواه أحمد(

Artinya : “Siapa saja yang minur khamar, maka Allah tidak akan ridho kepadanya selama empat puluh malam. Bila ia mati saat itu, maka matinya dalam keadaan kafir. Dan bila ia bertobat, maka Allah akan menerima tobatnya. Kemudian jika ia mengulang kembali (meminum khamar), maka Allah memberinya minuman dari “thinatil khabal”. (Asma’ bertanya, “Ya Rasulullah, apakah thinatil khabali itu?. (Rasulullah) menjawab, “Darah bercampur nanah ahli neraka. (HR Ahmad)

b. Pesan Kandungan QS Al-Maidah [5] : 32

Dalam ayat ini Allah menegaskan laranganNya terhadap berbagai tindakan kekerasan seperti pemerasan, pemaksaan, tawuran, pertengkaran, perkelahian dll, yang bisa berakibat kepada pembunuhan.
Meskipun dalam ayat ini disebutkan bahwa larangan membunuh tersebut ditujukan kepada Bani Israil, tetapi pada hakikatnya larangan ini berlaku untuk seluruh manusia di dunia. Segala tindakan yang dapat menghilangkan nyawa orang lain sangat berat dosanya di sisi Allah Swt. Bahkan ditegaskan bahwa membunuh seseorang adalah seperti membunuh semua manusia. Sebaliknya, pahala memelihara kehidupan seseorang seperti pahala memelihara kehidupan semua manusia.

Rasulullah saw.bersabda :

عَنِ الْبَرَّاءِ بْنِ عَازِبٍ,  أَنَّ رَسُوْلَ اللَّهِ    قَالَ : لَزَوَالُ الدُّنْيَا أَهْوَنُ عَلَى اللَّهِ مِنْ  قَتْلِ  مُؤْمِنٍ بِغَيْرِ حَقٍّ.  (رواه ابْنُ مَاجَه)

Artinya : Dari Al Bara bin Azib, sesungguhnya Rasulullah saw. pernah bersabda: “Kehancuran dunia (nilainya) lebih ringan di sisi Allah dari pada seseorang membunuh seorang mukmin tanpa hak.” (H.R. Ibnu Majah)

Bagaimana resiko dan dampak negatif bagi orang yang dengan sengaja terlibat ikut tawuran, perkelahian massal, saling membunuh, carok, dan sejenisnya?. Dalam hal ini, Rasululloh bersabda:
عَنْ أَبِيْ بَكْرَةَ نُفَيْعِ بْنِ الْحَارِثِ الثَّقَفِي رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ,  أَنَّ رَسُوْلَ اللَّهِ    قَالَ: إِذَا الْتَقَى المُسْلِمَانِ بِسَيْفِهِمَا,  فَالْقَاتِلُ وَ الْمَقْتُوْلُ فِى النَّارِ, قُلْتُ :  يَا رَسُوْلَ اللَّهِ,  هَذَا الْقَاتِلُ,  فَمَأ بَالُ الْمَقْتُوْلِ؟  إِنَّهُ كَانَ حَرِيْصًا عَلَى قَتْلِ صَاحِبِهِ .  (متّفق عليه)

Artinya: “Dari Abi Bakrah, Nufai’ bin al-Harits r.a., bahwa Nabi SAW bersabda : Apabila ada dua orang muslim bertemu dengan memanggul pedangnya, maka pembunuh dan yang terbunuh sama-sama masuk neraka. Saya bertanya: Wahai Rasulullah, kalau ini pembunuh, lalu bagaimana yang yang terbunuh?. Beliau menjawab: sesungguhnya yang terbunuh pun juga ingin membunuh temannya”. (HR Muttafaq ‘alaih, Bukhari-Muslim).

Jadi, sekarang kalian menjadi semakin tahu dan jelas mengenai hukum dan ketentuan bagi siapa saja yang terlibat dalam pertikaian, pertengkaran, perkelahian, tawuran, dan sejenisnya. Semua ini dilarang keras dan pertanggungjawabannya sangat berat baik di dunia maupun di akhirat. Di dunia, mereka tentu akan berurusan dengan pihak yang berwajib. Sedangkan di akhirat, ancaman hukumannya juga sangat berat.


Contoh Gambar dilarang miras

Image result for gambar dilarang berjudi

Image result for gambar dilarang berjudi




wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh